APAKAH MASIH ADA RASISME DALAM SEPAK BOLA ?

Rasisme dalam sepak bola

Axel Tuanzebe, Salah satu Bek Manchester United, Memberikan Tegas dan lugas pada sejumlah pendukung Setan Merah terhadap kelakuan yang mengarah ke rasisme, segelintir oknum fans MU menyerang Tuanzebe dan salah satu penyerang Anthony Martial karena dianggap tampil buruk ketika Setan Merah kalah 1-2 dari Sheffield United, Ini tentunya sangat mengecekawan, mengingat inggris sebagai kiblat bola dunia.

Namun Tuanzebe dan Martial tidak sendiri, mereka berdua pun mendapat support dari rekan rekan mereka,n Harry Maguire sebagai kapten MU mendukung dan mengecam rasisme, Bahkan gelandang Scott McTominay ikut berkomentar.

Pada laman Instagram Tuanzebe, dia menuliskan respon terhadap pelecehan itu. Tuanzebe menampilkan cuplikan video pertandingannya bersama MU, tepatnya cuplikan aksinya ketika berhasil menghentikan gerakan lincah bintang PSG, Kylian Mbappe. lalu dengan sindiran, Tuanzebe juga menuliskan kata-kata tegas dan lugas berbunyi, “RAS SAYA, AGAMA SAYA, WARNA SAYA = SEPAK BOLA,” disertai tagar #NoToRasicm dan #UnitedAgainstRacism.

Klub MU mengecam hal ini, pelecehan rasis terhadap Tuanzebe dan Martial harusnya tidak ada lagi di MU, bahkan di dunia sepakbola. fans yang menghina ras adalah fans yang tidak mengerti bola. Demikian ungkap klub MU dalam rilisnya.

“ini tindakan menjijikan, MU adalah klub besar yang menjungjung tinggi persamaan ras dan agama, kami sangat menentang itu dan itu adalah perbuatan hina. tak pantas fasn yang mencintai MU, melakukan tindakan hina tersebut.MU sekali lagi tidak menoleransi segala bentuk rasisme, diskriminasi. dan berharap Instagram dan praltform media lain lebih tegas terhadap RASISME.” demikian keterangan MU dalam rilisnya”

Sebuah Ironi memang jika masih saja ada tragedi rasialisme di dunia sepakbola, sedang legenda legenda sepakbola kita berasal dari berbagai macam ras. Indonesia bisa mengambil pelajaran, kedewasaan sebuah tim adalah terlihat dari tindak tanduk fans nya, harus ada edukasi dari tim dan tindak tegas bagi pelaku racialisme di sepakbola.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *